Langsung ke konten utama

Ilmuwan Inggris Ciptakan Robot Ikan Pendeteksi Polusi

Robot Ikan untuk Mendeteksi Pencemaran Air

Para ilmuwan Inggris berhasil merancang robot ikan untuk mendeteksi pencemaran air. Jika uji coba pertama yang akan dilaksanakan tahun depan di pelabuhan Gijon, Spanyol utara, itu sukses, para ilmuwan akan segera menggunakannya di sungai, danau, dan laut-laut di seluruh dunia.
Pembuatan robot berbentuk ikan bawal ini menghabiskan dana 20.000 pounsterling atau Rp 319 juta per satuannya. Gerakannya seperti ikan asli dan dilengkapi dengan sensor kimiawi untuk mendeteksi sampah polusi berbahaya, seperti bocoran kapal atau pipa bawah tanah.
Ikan-ikan robotik ini akan mengirimkan informasi yang dicerapnya ke daratan dengan menggunakan teknologi Wi-Fi. Tidak seperti ikan robot sebelumnya yang memerlukan tombol pengendali, ikan-ikan robot generasi baru ini secara independen akan mampu melacak polusi tanpa berinteraksi dengan manusia.
Rory Doyle, ilmuwan peneliti senior pada perusahaan perekayasa BMT Group, yang mengembangkan ikan robot tersebut bersama dengan para peneliti dari Universitas Essex mengatakan, ada banyak alasan mengapa mereka lebih tertarik membuat robot berbentuk ikan bawal itu ketimbang mengembangkan kapal selam konvensional.
"Dengan ikan robot, kami tengah mengembangkan satu desain yang diciptakan oleh proses evolusi berusia ratusan juta tahun dengan energi yang sangat efisien," katanya agak bercanda. "Efisiensi ini adalah hal yang kami perlukan untuk menjamin bahwa sensor deteksi polusi kami bisa menjejak lingkungan bawah air selama berjam-jam."

Artikel Terkait:

Komentar

Postingan Populer 7 Hari Terakhir:

Tiap Menit, Indonesia Kehilangan Hutan Seluas Tiga Kali Lapangan Bola

Hutan Indonesia berkurang secara drastis. Dalam kurun waktu 2009-2013, Indonesia kehilangan hutan seluas 4,6 juta hektar atau seluas Provinsi Sumatera Barat, tujuh kali luas Provinsi DKI Jakarta. Forest Watch Indonesia (FWI) mengungkap fakta mencengangkan tersebut dalam buku  Potret Keadaan Hutan Indonesia Periode 2009-2013  yang diluncurkan pada Kamis (11/12/2014) di Jakarta.  EG Togu Manurung, Ketua Perkumpulan FWI, mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu itu, kecepatan hilangnya hutan mengejutkan. "Setiap menit, hutan seluas tiga lapangan bola hilang," katanya. Hutan Indonesia yang tersisa kini 82 juta hektar. Masing-masing 19,4 juta hektar di Papua, 26,6 juta hektar di Kalimantan, 11,4 juta hektar di Sumatera, 8,9 juta hektar di Sulawesi, 4,3 juta hektar di Maluku, serta 1,1 juta hektar di Bali dan Nusa Tenggara. Bila praktik tata kelola lahan hutan tak berubah dan pembukaan hutan terus dibiarkan, jumlah hutan akan terus menyusut. "Kami memprediksi 10 tahun ke depa...

Cara atasi masalah rambut tanpa Sampo

REPUBLIKA.CO.ID, Apakah Anda memiliki masalah dengan rambut, seperti gangguan ketombe dan rambut rontok? Para ahli kecantikan mengatakan, 90 persen pria dan perempuan memiliki permasalahan ini karena menggunakan sampo yang salah. Karena itu, para ahli menyarankan Anda dengan masalah rambut semacam ini memerlukan perawatan khusus yang alami. Hindari penggunaan sampo dan kondisioner untuk sementara waktu. Dilansir Bold Sky, berikut beberapa ramuan alami sebagai ganti sampo untuk membersihkan kulit kepala dan menjadikannya lebih sehat. Daun mint Panaskan semangkuk air hingga suam-suam kuku. Masukan daun mint ke dalam air hangat tersebut selama lebih kurang 10 menit. Gunakan air tersebut untuk membersihkan kulit kepala. Ambil juga sisa daun mint untuk digosokkan secara langsung ke kulit kepala. Hasilnya, kulit kepala bersih terbebas dari minyak dan kotoran. Baking soda Baking Soda bisa digunakan tak hanya untuk membuat kue, tapi juga menyingkirkan ketombe. Satu yang per...

Windows 10 mungkin Menghapus Program Anda Tanpa Meminta Izin Dari Anda.

  Ketika Anda menginstal utama Windows 10 pembaruan , Anda mungkin reboot untuk menemukan beberapa program Anda hilang . Ya , Windows 10 dapat menghapus program Anda tanpa meminta Anda - tetapi Anda bisa mendapatkan mereka kembali dengan mudah . Ini mengambil dari pengalaman beberapa orang dengan "Update November Tahun Lalu " Windows 10 melakukan update utama untuk pertama kalinya . Microsoft telah menolak untuk mengomentari ini , tetapi tampaknya proses update itu dirancang untuk menghapus program yang tidak kompatibel . Inilah apa yang terjadi , dan apa yang dapat Anda lakukan tentang hal itu . W indows Hanya Melakukan ini Selama Pembaruan Besar     Untuk memulai : Windows tidak akan hanya menghapus program pada waktu yang acak . Ini hanya akan menghapus program saat memperbarui ke versi baru utama , atau " build " Windows 10. Itu karena ini versi utama , atau " memban...

7 Hewan yang Bisa Dimakan Jika Tersesat di Hutan

Tersesat di hutan dan kehabisan bahan makanan jangan sampai terjadi pada kita saat bertualang. Jika harus sampai bertahan hidup di hutan, rupanya ada 7 hewan yang mungkin tidak pernah Anda bisa dimakan. Daun semanggi, nanas, begonia, poh-pohan dan selaginella adalah beberapa jenis tumbuhan yang bisa Anda makan di hutan. Lalu bagaimana dengan hewan? Ada pula beberapa kelompok hewan yang bisa Anda makan agar bertahan hidup jika tersesat di hutan. Dihimpun news.com.au dari Lonely Planet, Selasa (7/5/2013) inilah 7 hewan yang bisa Anda makan di hutan: 1. Larva kumbang Memiliki tubuh yang gemuk dan mirip seperti ulat, membuat banyak orang geli saat melihat larva kumbang. Tapi siapa kira, di balik tubuhnya yang membuat bulu kuduk bergidik, ia bisa menjadi makanan darurat ketika tersesat dan kehabisan makanan di hutan. Menemukannya pun tidak sulit. Biasanya larva ini hidup di dalam kayu yang membusuk. Mereka bisa disantap langsung. Namun bila jijik, silakan dibakar di atas kayu bakar. 2. B...

Indonesia akan dijual?

Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) Prof Dr Pratikno mengatakan hingga saat ini aset negara sekitar 70--80 persen telah dikuasi bangsa asing. "Kondisi bangsa kita saat ini sudah mengkhawatirkan sehingga tanpa dukungan dan kebijakan oleh semua elemen bangsa maka lambat laun seluruh aset akan jatuh ke tangan orang asing," katanya saat membawakan arahan pada Seminar Nasional yang diselenggarakan Keluarga Alumni UGM (KAGAMA) menyambut pra Munas XII 2014 di Kendari, Sabtu. Ia mencontohkan, aset di bidang perbankan misalnya, bangsa asing telah menguasai lebih dari 50 persen. Begitu pula di sektor lain seperti migas dan batu bara antara 70-75 persen, telekomunikasi antara 70 persen dan lebih parah lagi adalah pertambambangan hasil emas dan tembaga yang dikuasi mencapai 80-85 persen. "Kecuali sektor perkebunan dan pertanian dalam arti luas, asing baru menguasai 40 persen. Namun demikian kita harus waspada agar tidak semua aset negara itu harus dikuasi asing...